Utamakan Kemanusiaan, Pandemi Tak Bisa Jadi Alasan Pengungsi Rohingya Di Aceh Ditolak

Dunia begitu juga Indonesia sedang menghadapi mas pandemi Covid-19. Ditengah-tengah hal tersebut, Kedatangan pengungsi Rohingya ke Indonesia, kini justru menimbulkan ketakutan bagi Pemerintah Aceh.

Padahal kedatangan para pengungsi tersebut mendapat sambutan baik dari masyarakat setempat.

Dengan adanya kabar tersebut, Asosiasi Masyarakat Sipil Indonesia Untuk Perlindungan Hak Pengungsi (SUAKA) memberikan pendapatnya yang bernada desakan.

Pihak SUAKA meminta Pemerintah Indonesia untuk menerima dan membantu pengungsi Rohingya yang sudah memasuki wilayah Indonesia.

“Para pengungsi ini sudah berada di lautan selama berminggu-minggu, mereka pasti membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka,” ungkap Ketua Perkumpulan SUAKA, Rizka Argadianti Rachmah dalam keterangan pada Kamis, 25 Juni 2020.

Dilansir dari Antara melalui Pikiranrakyat-Cirebon.com, Rizka pun menyebutkan bahwa ketakutan pemerintah akan Covid-19 tidak seharusnya ada, apalagi bila jadi dasar untuk menolak para pengungsi Rohingya.

“Ada prinsip internasional di mana Indonesia juga terikat, yaitu prinsip untuk tidak menolak atau mengembalikan orang yang mencari perlindungan. Dan pemerintah Indonesia tidak boleh melakukan itu,” tambahnya.

Dalam detailnya, alasan Covid-19 tidak bisa diterima oleh masyarakat sipil karena para pengungsi ini sudah berada di lautan tanpa berkontak dengan siapapun selama berminggu-minggu.

Lebih lagi, Pemerintah Aceh sudah pernah memiliki pengalaman dalam mengelola ribuan pengungsi Rohingya pada 2015 silam. Artinya, ketakutan Pemerintah Aceh akan masuknya ratusan pengungsi menyusul pengungsi yang ada sekarang adalah sangat tidak masuk akal untuk kemanusiaan yang harus didahulukan.

“Dalam hal ini, kemanusiaan haruslah didahulukan. Kita tahu juga bahwa Indonesia berlandaskan pada Kemanusiaan yang adil dan beradab,” tutup Rizka.

Sementara itu, Direktur Yayasan Geutanyoe Indonesia di Aceh, Rima Shah Putra menjelaskan bahwa masyarakat lokal Aceh sudah mulai bersiap untuk menerima pengungsi Rohingya di daratan dengan menyediakan makanan untuk mereka.

“Lagipula, pemerintah memiliki peralatan yang cukup untuk melakukan test terhadap mereka dan masyarakat juga sudah bersedia untuk menyambut para pengungsi ini,” jelas Rima.

Dengan demikian, bila Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh tetap meneruskan penolakan, maka ini jelas hanya meninggalkan rasa kecewa pada diri masyarakat Aceh.

“tentunya ini akan membuat masyarakat Aceh juga kecewa,” pungkas Rima.***

Sumber :https://jurnalpresisi.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-15577208/utamakan-kemanusiaan-pandemi-tak-bisa-jadi-alasan-pengungsi-rohingya-di-aceh-ditolak?page=2