Ternyata, Virus Corona di China Sudah Diramal Mbah Mijan Desember Tahun Lalu



Masyrakat dunia dihebohkan dengan munculnya virus Corona yang kali pertama terdeteksi di Wuhan, China.

Kini, virus yang membuat korban terjakit jadi seperti zombie itu sudah menyebar ke sejumlah negara dengan sangat cepat.
Bahkan, virus itu sudah menyebar sampai ke Amerika dan Eropa, tak terkecuali Asia Tenggara.

Malah, sejumlah negera tetangga Indonesia sudah melaporkan adanya warga yang terjangkit virus mematikan itu.
Seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang dan Australia. Di China, virus ini juga sudah membunuh puluhan warga.

Dan ternyata, kemunculan virus mematikan itu pernah diramal oleh Mbah Mijan.
Paranormal asal Kebumen, Jawa Tengah ini sempat menyebut bakal adanya wabah penyakit mematikan pada 2020.

Pernyataan itu disampaikan Mbah Mijan saat ramainya fenomena ular kobra di sejumlah wilayah di Pulau Jawa.

Ramalan itu disampaikan Mbah Mijan melalui akun Instagram pribadi miliknya pada 19 Desember 2019 lalu.

Dalam unggahan itu, ia menyebut bahwa musim hujan memang saat ular kobra bereproduksi.

Pertanyaannya, kenapa baru sekarang ular berbisa itu melancarkan terornya. Sebab, penghujan memang bukan kali itu saja.

Menurutnya, dalam sudut pandang metafisika (ilmu titen), masuknya ular kobra ke rumah manusia juga membawa arti tersendiri.

“Adalah pertanda akan datangnya penyakit misterius atau wabah yang sifatnya membunuh,” katanya kala itu.

Ia lalu memberikan sinyal bahwa wabah penyakit itu bakal datang pada tahun 2020.

“Perlu dinanti, akan ada wabah apakah tahun 2020 nanti,” katanya.

“Bismillah, jika manusia mau peka ini merupakan pertanda,” sambung paranormal yang dekat dengan dunia selebriti itu.

Sementara, melalui akun Twitter pribadinya, Mbah Mijan juga menyinggung soal ramalannya itu.

“Gak tau, apakah vision bulan Desember 2019 lalu berhubungan dengan Virus Corona atau tidak,” tulisnya, Minggu (26/1/2020).

Untuk diketahui, Virus corona 2019-nCoV kali pertama ditemukan di Wuhan, Provinsi Hubei, China telah menyebar ke berbagai penjuru dunia.

Berdasarkan data Center for Systems Science and Engineering (CSSE), penyebaran virus mematikan ini sudah mencapai Amerika, Eropa, hingga Australia dan Asia Tenggara.

Dalam grafik gambar yang disajikan oleh CSSE, terdapat lingkaran merah dan kuning.

Lingkaran merah menunjukkan lokasi yang positif terjangkit virus corona, sementara kuning masih belum dikonfirmasi.

Sejak Sabtu (25/1) pukul 12.00 waktu setempat atau Minggu (26/1) pukul 00.00 dinihari WIB, total korban yang positif terjangkit Corona se-dunia disebutkan mencapai 1.448 orang.

Di antaranya 42 orang meninggal dan 39 lainnya berhasil disembuhkan.

Untuk persebarannya, di daratan China sebanyak 1.399 kasus, Thailand tujuh kasus, Hong Kong lima kasus, Prancis tiga kasus, Taiwan tiga kasus, Jepang dua kasus, Makau dua kasus, Korea Selatan dua kasus, dan Amerika Serikat dua kasus.

Virus ini juga telah menyebar ke negara-negara tetangga Indonesia, seperti Singapura dengan tiga kasus, Malaysia tiga kasus, dan Australia empat kasus.

Angka-angka tersebut didapatkan CSSE dari World Health Organization (WHO), Dingxiangyuan, National Center for Health (NHC), dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC).