Terjangkit Virus Corona yang Belum Ada Obatnya, Seorang Pasien Ludahi Staf Medis yang Merawatnya .. Jika Aku Mati Kalian Juga Harus Ikut Mati




Sejak beberapa waktu terakhir, virus Corona tengah menjadi sorotan dunia. Virus yang berasal dari Wuhan, China ini kini memberi dampak kecemasan bagi warga di seluruh dunia bukan hanya di Negeri Tirai Bambu tersebut. Pasalnya, kini virus itu sudah menyebar ke beberapa negara di penjuru dunia termasuk pula Asia Tenggara.

Bukan hanya itu, kondisi Kota Wuhan sendiri kini tengah dalam suasana mencekam dan seperti kota mati. Dalam video-video yang beredar di media sosial bahkan terlihat warga Kota Wuhan banyak berjatuhan dan tergeletak di jalanan kota. Virus ini sendiri sudah menelan 41 korban. Sementara itu lebih dari 1.300 orang dilaporkan telah terinfeksi virus mematikan ini.

Tenaga medis bekerja ekstra

Tenaga medis di Kota Wuhan pun kewalahan dengan banyaknya jumlah pasien yang memiliki gejala virus Corona. 

Para tenaga medis di sejumlah rumah sakit pun harus bekerja ekstra tanpa lelah untuk merawat semua pasien yang jumlahnya tak terbendung. Mereka harus bekerja dengan shift kerja yang lebih padat dari biasanya demi merawat para pasien yang terjangkit virus tersebut. 

Tak mendapat izin

Sayangnya, tak semua orang tahu bagaimana menghargai perjuangan para tenaga medis tersebut sebagaimana yang terjadi di Shijiazhuang, Hebei, China. Dilansir dari Yahoo TW, seorang netizen Cina membagikan tangkapan layar dari percakapannya dengan seorang teman yang bekerja di rumah sakit.

Tenaga medis rumah sakit tersebut tak mendapat izin untuk mengambil liburan selama musim Tahun Baru Imlek ini karena banyaknya pasien yang harus ditangani karena virus Corona ini. 

Ceritakan pengalaman seorang rekannya

Tenaga medis tersebut pun menceritakan salah satu pengalaman temannya dengan pasien. Pasien tersebut menderita demam saat dirawat di rumah sakit, sehingga tenaga medis dengan ramah memberinya masker agar apa yang dialaminya itu tak menular ke pasien lain. 

"Ada banyak orang sakit di rumah sakit. Karena Anda sakit dan sistem kekebalan tubuh Anda lemah sekarang, jadi pakailah masker ini,” katanya. 

Seorang pasien ludahi tenaga medis

Tiba-tiba pasien pria itu histeris saat tenaga medis perempuan itu yang memberinya masker. Bukan hanya itu, pasien itu pun bangun lalu melepas masker wajah yang dikenakan oleh tenaga medis lalu meludahinya. 

"Aku sudah sakit, apa gunanya memakai masker sekarang?,” teriak sang pasien. 

"Jika aku sudah tidak bisa hidup lagi, maka kalian semua akan mati bersamaku juga!,” teriak pasien itu lagi. 

Dialami oleh dokter juga

Pasien tersebut diduga marah karena kurangnya sumber daya medis. Tenaga medis tersebut kemudian menangis untuk pertama kalinya selama ia bekerja di rumah sakit itu. Bahkan ia kini juga harus menjalani karantina karena kejadian tersebut. Dia mencoba optimis bahwa pria yang meludahinya hanya menderita demam biasa dan bukan gejala virus corona. 

Selain itu, ada juga postingan viral yang beredar di Weibo, mengatakan bahwa seorang dokter di Wuhan memiliki pengalaman serupa. Dokter tersebut mengatakan bahwa keluarga pasien marah dan merobek pakaian pelindung dokter. 

"Mengapa kamu memakai alat pelindung? Jika aku akan mati maka kita semua akan mati bersama!,” kata keluarga pasien. 

Corona Virus

Virus ini telah diidentifikasi sebagai jenis Coronavirus baru. Virus corona adalah keluarga besar patogen, yang sebagian besar menyebabkan infeksi pernapasan ringan seperti flu biasa. 

Tetapi Coronavirus juga bisa mematikan. SARS, atau sindrom pernafasan akut yang parah, disebabkan oleh Coronavirus dan menewaskan ratusan orang di China dan Hong Kong pada awal tahun 2000-an lalu. 
Gejalanya biasanya berupa demam, batuk, dan sulit bernapas, tetapi beberapa pasien menderita pneumonia, infeksi yang berpotensi mengancam jiwa yang menyebabkan peradangan kantung udara kecil di paru-paru.

Orang yang membawa Coronavirus mungkin hanya memiliki gejala ringan, seperti sakit tenggorokan. Mereka mungkin berasumsi bahwa mereka memiliki flu biasa dan tidak mencari pertolongan medis, para ahli khawatir.