Suami Bongkar Rumahnya dengan Alat Berat gara gara Istrinya Yang Baru Pulang Jadi TKW di Malaysia Minta Cerai


 Insiden suami merobohkan rumah menggunakan alat berat ekskavator kini kembali terulang. Berbedanya, jika insiden pembongkaran sebelumnya yang terjadi di Purworejo pada Juni 2019 lalu dimotifi perselingkuhan. Kali ini, aksi pembongkaran dilakukan suami karena tak terima istrinya meminta cerai.
Adalah SS, warga Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Dia merobohkan rumah yang telah menjadi saksi bisu perjalanan rumah tangga mereka selama puluhan tahun terakhir.
Aksi pembongkaran itu ia lakukan sejak Rabu 1 Januari 2020 hingga Jumat 3 Januari 2020 kemarin, dengan menggunakan ekskavator.
“SE (istri SS) sudah sekitar 10 tahun bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Pulang-pulang meminta cerai kepada suaminya,” terang Kepala Desa Tasikmadu Wignyo Handoyo.
Permintaan itu, lanjut Wignyo, ditolak baik oleh SS maupun anak semata wayang mereka yang masih duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar.
Meski demikian, SE tetap mendesak untuk bercerai, hingga akhirnya SS menuntut ganti rugi dari pembangunan rumah sebesar Rp 200 juta. Namun SE tidak menyanggupinya, sehingga akhirnya SE meminta agar suaminya membongkar rumah tersebut. Usulan itu disepakati oleh keduanya di dalam surat pernyataan yang dibubuhi materai 6000, melansir Kompas.com.
“Surat pernyataan dibuat dan ditandatangani pada tanggal 31 Desember 2019,” ujar Wignyo.
Dalam hal ini, Wignyo mengaku bahwa dirinya cukup menyayangkan adanya tindak pembongkaran. Sebab, “Masih ada anak dan hak waris bisa ke anak pasangan SS dan SE,” tuturnya.