Kemantapan Putri Ma'ruf Amin Terjun Politik dan Maju Piwalkot Tangsel


Putri Wapres Ma'ruf Amin Siti Nur Azizah, Walkot Tangsel

"Saya tidak aji mumpung, saya ini Azizah. Artinya yang saya tawarkan itu gagasan permata saya. Gagasan bagaimana adanya pemerataan kemajuan dan kesejahteraan untuk masyarakat Tangsel," kata dia.

Siti pun menepis apabila ada anggapan bahwa dirinya maju karena popularitas sang bapak. Sebab, ia mengaku telah melakukan blusukan hingga membangun dukungan dari parpol secara personal. Ia juga menepis ketika ada yang beranggapan majunya dirinya sebagai bentuk membangun dinasti politik.
Selain itu, Siti mengaku tak akan melibatkan Ma'ruf Amin dalam kampanye yang akan dilakukan. Siti menyebut, Ma'ruf hanya berpesan untuk Tut Wuri Handayani serta mendoakan niatnya maju piwalkot. Hal itu juga sempat disampaikan langsung oleh Ma'ruf Amin beberapa waktu lalu.
"Saya bilang kalau masyarakat yang menginginkan, ya saya cuma Tut Wuri Handayani. Saya tidak mendorong anak-anak saya untuk aktif di mencalonkan di politik," kata Ma'ruf di Kantor Wapres, Jakarta Pusat, Kamis (28/11/2019).
ADVERTISEMENT

Rapat terbatas penyampaian program
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Maruf Amin (kanan) memimpin rapat terbatas penyampaian program dan kegiatan bidang pembangunan manusia dan kebudayaan di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (31/10/2019). Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Maruf Amin (kanan) memimpin rapat terbatas penyampaian program dan kegiatan bidang pembangunan manusia dan kebudayaan di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (31/10/2019). Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Dalam seleksi terbuka yang dilakukan PSI, Siti tak mendapatkan keistimewaan. Bahkan ia menyebut seleksi yang dilakukan cukup 'kejam'.
"(Proses seleksi) cukup kejam, sangat kejam tapi surprise. Pertanyaan mendorong kita beri ruang ke calon yang punya komitmen besar, ada perubahan baik untuk Tangsel, menarik konvensinya," katanya.
Selain dengan PSI, Siti juga akan menjalin komunikasi dengan parpol lainnya. Namun ia tak merinci partai mana saja.
Grace Natalie
Grace Natalie saat diwawancarai wartawan di Museum Nasional, Gambir, Jakarta Pusat. Foto: Abyan Faisal Putratama/kumparan
Sementara, Ketum PSI Grace Natali mengatakan, seleksi yang dilakukan untuk menghindari biaya politik yang mahal sehingga berpotensi berujung politik uang yang selama ini dilekatkan kepada calon kepala daerah yang ingin maju kontestasi. Sehingga, dengan seleksi terbuka, kata Grace, hal itu bisa terhindarkan.
"Kenapa PSI menggunakan metode konvensi? ini solusi yang kami tawarkan kepada proses demokrasi yang kerap dikaitkan dengan high cost politik," kata Grace di kantornya, Sabtu (18/1).